Oleh: Alfiandar | 3 Desember 2012

Tulisan Galau untuk Pemimpin PHP

Gambar : penabersyair.blogspot.com

Ketika masih tidak peduli, saya merasa iba pada penghuni negeri ini. saat harapan mereka kandas, saya mengkritisi. saat saya mengkritisi, apa yang akan terjadi ? saya tidak tahu apa yang akan saya dapatkan jika orang membaca tulisan ini. Tidak bermaksud menyinggung suatu ‘kaum’, justru saya kecewa karena mereka. Perasaan kecewa jika tidak diutarakan kepada orang lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi akan mengakibatkan ‘depresi’, tetapi harus diingat layakkah masalah itu diketahui oleh orang banyak. jangan sampai menimbulkan kontroversi dengan suatu individu atau kelompok.

PHP, sebagian besar remaja saat ini pasti tahu apa itu PHP. ya, Pemberi Harapan Palsu (PHP) yang menjadi permasalahan negeri kita kali ini. dengan mengangkat tulisan bersifat ‘rahasia umum’, kali ini saya akan mengkritisi pemimpin-pemimpin di negeri ini. Negeri yang telah lama melupakan kejujuran, negeri yang telah lama menuai kecaman baik dari kaum bawahan hingga kecaman dari partner sesama golongan atau kelompok mereka sendiri. betapa tidak, pengharapan mereka (pemimpin) berikan kepada rakyat seakan dilupakan begitu saja seakan tidak pernah ‘lahir’ dari bibirnya.

Angin segar yang mereka layangkan saat kampanye meminta dukungan pada rakyat melebihi kemampuannya untuk tunaikan. Alangkah lebih baik jika mereka berbicara namun harus tahu kemampuan mampukah mereka membuktikannya jika terpilih nanti. Negeri ini sudah ‘amburadul’ tidak tahu harus berbuat apa ataupun tindakan untuk memecah kebuntuan terhadap jutaan permasalahan, siapa yang akan disalahkan ?, apakah kita sebagai rakyat atau bawahannya yang tidak mengerti perubahan atau pemimpin kita yang tidak merubah negeri ini ke arah lebih baik dan maju.

Kapankah kita keluar dari kebuntuan ini ?

Akan adakah jalan keluar untuk penyelesaian sengketa pengkhianatan ini teman ?, lalu Apa saja harapan rakyat selama ini yang belum terpenuhi ?. Kasus pelanggaran HAM, intoleransi atas nama agama, kekerasan, dan ketidakadilan merupakan segelintir masalah yang harus dihadapi pemerintah. Namun yang paling rumit dan membutuhkan waktu lama adalah menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan pembangunan desa dan kota, itu adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan karena itu pada saat kampanye itulah misi utama mereka. saya yakin, jika angka kemiskinan di negeri ini mampu dikempeskan maka segala sektor akan ikut maju.

Namun, saya mengharapkan pemimpin-pemimpin kita tetap fokus dan mendengar aspirasi rakyat pada suatu masalah. Jika sedang mengusahakan pada penyelesaian masalah kemiskinan jangan sampai mengalihkan ke permasalah lain yang tengah diterima. Gagasan yang sudah didapat akan terlupakan begitu saja karena permasalahan yang sedang mencuat. Tetap fokus satu persatu permasalahan, jika lahir masalah baru, akan mendapat masalah baru pula jika permasalahan lama tidak terealisasikan.

Saya tidak sangat mengerti politik namun saya menyimpan sedikit pemikiran tentang itu walaupun tidak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata atau berargumen. Saya menyaksikan kejadian-kejadian yang terjadi dalam dunia politik di tanah air ini melalui media pemberitaan dan sangat kecewa dengan proses penyelesaian suatu permasalahan yang terjadi. Dari sekian banyak permasalahan diantaranya penyelesaian kasus korupsi, dimana telah ‘membabi-buta’ di negara hukum republik indonesia. Lihatlah bagaimana pihak berwenang mampu dikalahkan oleh permasalahan lain disaat mereka sudah mendapatkan solusi terhadap suatu masalah.

“HARUSKAH KAMI KEMBALI KE SEKOLAH DASAR” agar kami tidak mengerti tentang apa yang sedang terjadi di negeri ini wahai pemimpin ?. ayolah, anda pasti bisa karena ini demi anak dan cucu anda juga nantinya. Semoga anda membaca Tulisan Galau orang awam ini.

Iklan

Tanggapan Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: